Senin, 02 Februari 2009

Kunjungan ke Panti Asuhan Guna Nanda.

Kali ini kita Vihara Sambodhi berkumpul untuk berbagi dengan anak2 panti asuhan Guna Nanda. Pada hari Minggu pagi, tanggal 9 Desember 2008 para umat Sambodhi berkumpul dan bersiap2 untuk berangkat, di depan vihara terlihat banyak mobil berkumpul.

Kami berangkat pada jam setengah 10 pagi, walaupun kendaraan yang digunakan lumayan banyak, tapi kita tidak mengalami kendala2 yang menyebabkan acara dipanti asuhan tertunda. Sesampainya di tempat tujuan, Panti Asuhan Guna Nada terlihat sangat hangat, dan tidak terlihat kotor atau kumuh.

Di dalam, banyak anak2 kecil sedang bermain2 dan tertawa, tetapi herannya kita tidak melihat adanya pengurus yang menyambut kedatangan kami, akhirnya setelah menemukan pengurus kami meminta ijin untuk memulai acara. Acara di buka dengan kata sambutan dari ketua Yoges, dan meminta anak2 panti asuhan untuk berkumpul dan duduk manis di depan panggung kecil.

Kami memulai acara dengan bernyanyi bersama di depan kue yang sangat besar yang di sumbangkan oleh dermawan yang baik hati. Anak2 pun terlihat sangat bahagia melihat kue yang sangat besar, bahkan ada beberapa yang tidak sabar ingin mencuilnya. Setelah bernanyi bersama dan meniup kue, Shifu Ming San memberikan petuah bagi anak2 panti asuhan.

Petuah pun telah selesai, dan kue telah di bawa ke dapur untuk di bagikan, akhirnya kita memasuki acara bermain, anak2 pun mulai antusias dan mulai ramai. Anak2 diminta untuk berdiri dan melakukan pemanasan karena sudah duduk lama dan pegal2.

Kali ini acara kita selanjutnya adalah bermain.. pembina acara memulai acara dengan meminta anak anak untuk berbaris rapih dan mulai menjelaskan permainannya. Sementara itu para umat yang lainnya menggotong kue besar ke belakang untuk di bagi bagikan..

Setelah permainan selesai, anak anak diminta untuk mencuci tangan dan duduk di meja makan sementara pengurus panti asuhan mulai membagikan makanan. Satu hal yang membuat umat Vihara Sambodhi sedikit sedih, di setiap mangkuk dan piring anak anak tersebut tertera masing masing nama, hal ini membuat beberapa hati umat Sambodhi nyeri.

Saat semua makanan telah di bagikan ke masing masing anak, mereka mulai berdoa, dan doa makan ini bukan di pimpin oleh pengurus panti asuhan melainkan oleh anak panti asuhan tersebut. Sekali lagi hati pada umat tersentuh, karena sebagai umat Buddha yang baik pun kadang kita lupa mensyukuri makanan yang telah tersaji di meja makan, kadang kita justru menyia-nyiakan sebagian makanan yang tidak kita sukai.

Setelah acara makan selesai, kami para muda mudi menyiapkan hadiah kecil untuk dibagikan ke adik adik panti asuhan. Mereka diminta untuk berbaris untuk mengambil hadiah yang akan dibagikan oleh Shifu Ming San. Setelah semua anak menerima hadiah, kita berkumpul bersama dan berbincang dengan adik adik kecil.
Waktu menunjukkan pukul 2 dan tiba waktu kita untuk pamit, karena mereka juga harus melanjutkan kegiatan keseharian mereka selanjutnya yaitu tidur siang. Kita berpamitan, saling berpelukan dan berjanji untuk mengunjungi mereka jika ada lain kesempatan. (bunz)

Rabu, 12 November 2008

Kathina di Vihara Tri Maha Dharma


Tgl 2 Nov 08, Vihara Tri Maha Dharma yang letaknya di Tangerang mengundang Yoges untuk menyumbang pertunjukan untuk meramaikan suasana. Yoges memunculkan ide mempersembahkan 'isyarat tangan atau shou yu' yang dilatih oleh ibu Ernie. Selama seminggu penuh anggota Yoges yang bersedia tampil berlatih sambil berkumpul dan bercanda.. (hihi.. seperti biasa). Selain itu, Cherry, salah satu anggota Yoges yang lihay bermain 'Gu Zheng' juga menyumbang 2 buah lagu untuk dipertontonkan.

Pada hari H, ternyata letak panggung tidak sesuai dengan formasi yang telah kami buat, tapi akhirnya semua berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari penonton. Suhu Ming San juga terlihat senang dan bangga sebagai suhu pembimbing, sampai-sampai disela-sela pertunjukan, beliau maju ke panggung untuk minta difoto bersama Yoges dengan gaya yang kocak khas Suhu Ming San tentunya.

Yang tidak disangka-sangka, ternyata Yoges menerima sertifikat sebagai ucapan terima kasih dari vihara Tri Maha Dharma. Wuahhh... !!

Selesai pertunjukan, kami mengunjungi sekolah yang dibina Bhante Aggadipo di Tangerang, yaitu sekolah Bodhisatta. Sambil menikmati kesejukan pohon-pohon disekitar sekolah, Suhu Ming San dan Bhante Aggadipo bertukar pikiran dengan diterjemahkan oleh Cipto. Lalu pada pukul 13.00 siang acara Kathina pun dimulai, Yoges berkesempatan menyumbangkan persembahan kebutuhan anggota Sangha loh..
Benar-benar pengalaman yang berkesan yah teman-teman! (tan)

Senin, 03 November 2008

SaDhar...1 (26 Oct 08)






Seberapa ngertikah kita pada Dharma ajaran Sang Buddha?
Itulah pertanyaan yang ditanyakan oleh Cipto, ketua Yoges yang juga memimpin acara perdana Sadhar pada hari itu. Dengan berbekal berlembar-lembar kuesioner (yang ngakunya dikerjakan sampai jam 4 pagi), Cipto memberi pertanyaan-pertanyaan yang mengajak kita meninjau kembali pengertian masing-masing anggota Sadhar akan Dharma.

Disini akan disimpulkan inti-inti dan pembahasan menarik yang terjadi selama acara. Beberapa pertanyaan dari kuesioner akan dikutip, serta jawaban-jawabannya. Diharapkan para pembaca yang mempunyai pemikiran lain atau komentar mengenai pembahasan dapat berbagi dengan kami disini.

- Dharma akan mengalami hukum Anicca (ketidak kekalan).
Pernyataan ini salah.
Seperti yang kita ketahui, segala sesuatu di dunia ini tidak kekal adanya; lalu bagaimana dengan dharma? Sang Buddha juga pernah bersabda, bahwa suatu saat ajaran Buddha akan dilupakan. Lalu apakah Dharma itu sendiri kekal?
Ternyata jawabannya, ya! Dharma sebagai suatu ‘kesunyataan’ sudah ada dari sananya, dan apapun proses yang terjadi di dunia, dharma itu tetap ‘ada’ dan menunggu untuk ditemukan kembali.

- Dharma ada kebaikan dan kejahatan. Dharma tidak ada kebaikan dan kejahatan.
Pernyataan ini benar.
Menentukan kebaikan dan kejahatan, seperti menentukan kebenaran antara kiri dan kanan; Apakah sebaiknya kita berjalan di sebelah kiri atau sebelah kanan? Jawabannya adalah tergantung dari aturan setempat.
Seperti halnya Dharma, penyampaian dan penerimaan Dharma berbeda untuk tiap orang, berbeda pula pengertian yang akan diterima. Karena itulah Sang Buddha sering menggunakan ungkapan/perumpamaan dalam tiap kotbahnya. Sesuatu yang hakikat pun dapat diinterpretasi secara berbeda bagi yang menerimanya. Berkurang atau berlebihnya arti suatu ungkapan, dapat merubah makna yang sebenarnya.
Jadi dalam hal ini, kebaikan dan kejahatan dapat berjalan beriringan apabila kita tidak hati-hati, bahkan dalam mempraktikkan Dharma.

- Dharma merupakan sebuah proses kehidupan.
Pernyataan ini salah.
Pernyataan yang benar adalah proses kehidupan itu sendiri adalah Dharma.

- Di dalam sutta Xin Jing mengatakan bahwa kosong adalah isi dan isi adalah kosong, berarti dharma itu tidak ada.
Pernyataan ini salah.
Pengertian yang mudah untuk menanggapi kalimat ini adalah, dengan kita mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak ada, kita sudah memberikan pernyataan bahwa ‘ada’. Lalu apakah Dharma itu sendiri atau tidak ada? Silakan direnungkan sendiri. (tan)

Kamis, 23 Oktober 2008

SaDhar (Arisan Dharma)

Suatu hari, beberapa anggota Yoges sedang nongkrong di bilangan Muara Karang (tempat gaulnya Yoges). Kemudian tiba-tiba tersirat ide cemerlang untuk membentuk satu program baru untuk Yoges, yaitu SaDhar atau Arisan Dharma.

Kenapa SaDhar? Ide awalnya, kami ingin membentuk satu komunitas kecil dimana umat Buddha (terutama usia 16 keatas) bisa kumpul-kumpul dan sharing mengenai pengalamannya atau pendapatnya mengenai apapun. Dengan begitu, kami berharap kedekatan bisa terjadi, baik antar satu sama lain, maupun kedekatan kita dengan dharma.

SaDhar akan dimulai pada tanggal 26 Oktober 2008, dan akan dilakukan secara reguler tiap akhir bulan. Jadi, buat yang mau gabung.. silakan banget! bole kirim comment ke blog atau di Friendster. Ditunggu yah.. siapa tau kita bisa nongkrong-nongkrong lagi di Muara Karang atau dimanapun dan ketemu ide baru lagi.. hihi..

love,
YOGES

Welcome...

YOGES (Young Generations of Sambodhi) adalah perkumpulan anak-anak Vihara Sambodhi yang memutuskan membuat satu 'geng' untuk menyebarluaskan dharma kepada anak-anak muda yang tersesat, salah jalan, kebingungan, ingin mengenal ajaran Buddha, ingin cari teman baru, atau sekedar cari jodoh.. heheh..

YOGES dibentuk pada tanggal 1 April 2007, pas April Mop! Jadi sekalian menguji kita apakah sudah benar-benar menjalankan sila ke 4, yaitu 'Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar /berbohong, berdusta, fitnah, omongkosong (nilai kejujuran) guna mencapai samadi. - dalam kasus ini, ngerjain orang kayaknya termasuk de'.

Jadi intinya, YOGES merupakan organisasi yang baru banget dan sedang berkembang, jadi kalau ada temen-temen yang mau ikutan atau ada kritik dan saran, monggo... supaya agama Buddha tidak punah sebelum waktunya.. heheh.. (tapi gak mungkin sih..)

Di blog ini akan di update perkembangan YOGES dan kegiatan-kegiatannya yang seru banget, teman-teman juga dipersilahkan buat ikutan loh..